Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Terbaru 2021

Daftar Hari Libur terbaru dan Akhir 2021 yang direvisi

Pemerintah secara resmi telah mengubah hari libur nasional dan juga Cuti Bersama pada tahun 2021 ini. Langkah tersebut adalah upaya yang diambil pemerintah untuk menekan laju pergerakan masyarakat, dalam rangka menekan jumlah kasus Covid-19.

Perubahan dan pengurangan cuti bersama diatur melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama (Menag), Menteri Tenaga Kerja (Menaker) dan Menteri PANRB. Birokrasi (PANRB) No. 712/2021 1/2021, no. 3/2021 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja, Menteri PANRB No. 642 2020, Edisi 4/2020, Edisi 4/2020 terkait dengan hari libur nasional dan Hari Libur 2021.

libur nasional
liburnasional.net
Libur Nasional dan Cuti Bersama

“Pemerintah telah memutuskan untuk mengubah dua hari libur nasional dan membatalkan satu,” kata Menteri Koordinator Kebudayaan dan Pembangunan Manusia (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Jumat (18 Juni). 2021). Registrasi e-mail Memberikan informasi resmi, perubahan hari libur terjadi dalam rangka Tahun Baru Islam 1443 Hijriah dan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sementara itu, penghapusan hari libur kolektif terjadi pada saat libur Natal. Baca juga: Disebut PNS Sederajat, Berapa Gaji PPPK? Perubahan dan pengurangan libur tahun baru Hijriah 1443 yang semula jatuh pada 10 Agustus diubah menjadi 11 Agustus. Selanjutnya, Hari Raya Kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 19 Oktober diubah menjadi 20 Oktober. Sedangkan pencabutan hak cuti bersama terjadi pada saat libur Natal 24 Desember 2021.

Daftar Libur Nasional

Dengan adanya perubahan dari pemerintah terkait libur nasional dan dicabutnya hari libur bersama, berikut daftar hari hari libur secara nasional yang terbaru:

1 Januari: Tahun Baru 2021 Masehi

12 Februari: Tahun Baru Imlek 2572 Kongzii

11 Maret: Isra Miraj Nabi Muhammad SAW

14 Maret: Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1943

2 April: Wafat Isa Al Masih 1 Mei: Hari Buruh Internasional

13 Mei Kenaikan Isa Al Masih 13-14 Mei: Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah

26 Mei: Hari Raya Waisak 2565

1 Juni: Hari Lahir Pancasila

20 Juli: Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah

11 Agustus: Tahun Baru Islam 1443 Hijriah

17 Agustus: Hari Kemerdekaan Republik Indonesia

20 Oktober: Maulid Nabi Muhammad SAW

25 Desember: Hari Raya Natal Cuti bersama 12 Mei: Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah

Hari Natal

Sejarah Budaya Natal

Kisah Hari Natal diambil dari Injil Santo Lukas dan Santo Matius dalam Perjanjian Baru. Menurut Lukas, seorang malaikat menampakkan diri kepada para gembala di luar kota Betlehem dan memberi tahu kepada mereka tentang kelahiran sang juru selamat, Yesus. Matius juga menceritakan bagaimana orang-orang bijak, yang disebut para majus, mengikuti bintang terang yang menunjukkan kepada mereka di mana Yesus dilahirkan.

Peringatan Natal yang pertama tercatat dimulai pada tahun 336 Masehi, dalam penanggalan Romawi kuno, yaitu tanggal 25 Desember. Perayaan ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh perayaan pagan (non-Kristen) pada waktu itu. Sebagai bagian dari perayaan, orang-orang menyiapkan makanan khusus, mendekorasi rumah mereka dengan dedaunan hijau, bernyanyi bersama, dan bertukar hadiah. Kebiasaan ini lambat laun menjadi bagian dari perayaan Natal. Dan pada akhir tahun 300 Masehi, Kekristenan menjadi agama resmi Kekaisaran Romawi.

Pada tahun 1100 Natal telah menjadi hari raya keagamaan terpenting di Eropa, dengan tokoh Santo Nikolas yang ikonik sebagai sosok yang suka memberi. Hari Natal semakin populer hingga gerakan reformasi Kristen, di tahun 1500-an. Gerakan ini melahirkan agama Protestan. Pada masa reformasi, banyak orang Kristen mulai menyebut Natal sebagai hari raya pagan karena termasuk adat-istiadat tanpa dasar agama yang sah. Pada tahun 1600-an, karena tuduhan ini, Natal pun dilarang di Inggris dan di banyak koloni Inggris di Amerika. Namun, orang masih melanjutkan kebiasaan bertukar hadiah dan pada akhirnya Kembali ke tradisi semula.

hari natal dan tahun selalu digunakan sebagai salah satu kalender libur nasional dan sekaligus cuti bersama di indonesia

Pada abad 19, ada 2 kebiasaan baru pada hari Natal, yaitu menghias pohon Natal dan mengirim kartu pos kepada keluarga dan teman. Di Amerika Serikat, Santa Claus menggantikan Santo Nikolas sebagai simbol sosok yang suka memberi.

Asal Kata

Dalam bahasa Inggris, kata Christmas pasti berasal dari kata Cristes maesse, sebuah frase bahasa Inggris yang berarti Misa Kristus. Terkadang kata Christmas disingkat menjadi X-mas. Dalam bahasa Yunani, X adalah kata pertama dalam nama Kristus (Christos). Tradisi Natal diprakarsai oleh Gereja Kristen yang pada awalnya digunakan untuk merayakan kehadiran sang juru selamat “Mesias” di dunia. Sampai hari ini, Hari Natal adalah hari libur umat Kristen di seluruh dunia untuk memperingati hari lahir Yesus Kristus. Menurut sejarah, tidak ada tanggal pasti untuk mengenang kelahiran Kristus. Tetapi kalender Kristen telah menetapkan tanggal untuk memperingati / merayakan Hari Natal pada tanggal 25 Desember. Pada hari itu, gereja akan mengadakan kebaktian perayaan keagamaan khusus. Selama musim Natal, orang-orang Kristen mengekspresikan cinta dan kegembiraan mereka dengan bertukar hadiah. Selain itu juga mendekorasi rumah mereka dengan berbagai hiasan dan pohon Natal.

Perayaan Hari Natal

Advent dalam masa Advent berarti datang, yakni saat-saat menyambut kedatangan ‘Mesias’ Yesus Kristus ke dunia. Banyak tradisi yang dilakukan dalam merayakan masa Advent. Bagi kebanyakan orang Kristen, Advent memuncak pada malam sebelum Natal (Malam Natal), pada tanggal 24 Desember. Gereja-gereja dihiasi dengan lilin, lampu, daun hijau dan bunga Poinsettia.

Malam Natal adalah hari raya keagamaan orang Kristen maka dari itu gereja-gereja, khususnya Katolik, merayakannya dengan mengadakan prosesi keagamaan sambil menyanyikan lagu-lagu Natal di gua replika kandang domba tempat Yesus Kristus Sang Mesias lahir. Gua tersebut dihiasi dengan patung Yesus Kristus, Bunda Maria, Santo Yosef dan para gembala.

Kalender Masehi menetapkan tanggal 25 Desember sebagai hari libur agama Kristen dan Katolik, sehingga hari tersebut ditetapkan sebagai hari libur resmi.

Hari Kemerdekaan RI

Proklamasi Kemerdekaan RI

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilaksanakan pada hari Jumat, 17 Agustus 1945, atau pada tanggal 17 Agustus 2605 berdasarkan kalender Jepang. Teks proklamasinya dibacakan oleh Ir. Soekarno dan didampingi oleh Mohammad Hatta di Jalan Pegangsaan Timur No.56, Jakarta. Deklarasi ini menandai dimulainya perlawanan secara diplomatik. Dan juga perlawanan bersenjata dari Revolusi Nasional Indonesia, melawan tentara Belanda dan warga sipil pro-Belanda. Hingga pada akhirnya Belanda secara resmi mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1949.

Di tahun 2005, Belanda menyatakan kalau mereka sudah memutuskan untuk menerima tanggal 17 Agustus 1945 sebagai tanggal kemerdekaan Indonesia. Namun, pada 14 September 2011, dalam tragedi pembantaian Rawagede, pengadilan Belanda memutuskan bahwa Belanda masih mempunyai tanggung jawab untuk melindungi rakyatnya. Belanda juga mengisyaratkan kalau daerah itu adalah bagian dari Hindia Timur Belanda. Hal ini bertentangan dengan klaim Indonesia pada 17 Agustus 1945 sebagai tanggal kemerdekaannya.

Dalam wawancara tahun 2013, sejarawan Indonesia Sukotjo dalam tuntutannya antara lain meminta pemerintah Belanda untuk secara resmi mengakui tanggal kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Sedangkan PBB sendiri mengakui 27 Desember 1949 sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia. Teks Deklarasi Kemerdekaan Indonesia ditandatangani oleh Sukarno (bernama “Soecarno” dalam bahasa Belanda) dan Mohammad Hatta. Yang kemudian diangkat sebagai Presiden dan Wakil Presiden sehari setelah deklarasi dibacakan. Hari Kemerdekaan Indonesia adalah hari libur nasional berdasarkan dekrit yang dikeluarkan pada 18 Juni 1946.

peringatan hari kemerdekaan indonesia setiap tanggal 17 agustus

Peringatan Hari Kemerdekaan

Setiap tahun pada tanggal 17 Agustus, masyarakat Indonesia merayakan Hari Proklamasi Kemerdekaan dengan kemeriahan besar. Upacara militer diadakan di Istana Merdeka, dan peringatan Proklamasi di Istana Merdeka ini dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia sebagai inspektur upacara. Upacara peringatan Proklamasi yang dimulai pukul 10.00 WIB ini biasanya disiarkan langsung oleh semua stasiun televisi nasional Indonesia.

Urutan acara upacara pagi itu antara lain adalah penembakan meriam, pembunyian sirine, pengibaran bendera Sang Saka Merah Putih, dan pembacaan teks proklamasi. Pada sore hari sekitar jam 17:00 WIB, diadakan acara penurunan Bendera Sang Saka Merah Putih kembali. Setiap tanggal 17 Agustus setelah acara upacara pagi selesai, biasanya diadakan berbagai perlombaan seru di masyarakat. Seperti misalnya panjat pinang, makan kerupuk, balap karung dan banyak lagi. Seluruh lapisan masyarakat turun dan ikut berpartisipasi merayakan kemerdekaan Indonesia dengan cara yang unik.

Kewajiban Mengibarkan Bendera

Sesuai Undang-Undang Republik Indonesia, Bendera Negara, Bahasa, Lambang No. 24 Tahun 2009, dan Pasal 7 ayat  (3) Lagu Kebangsaan menetapkan kewajiban pengibaran bendera merah putih bagi semua warga negara yang berhak: Perumahan, gedung perkantoran, satuan pendidikan, angkutan umum dan pribadi di dalam wilayah Indonesia, dan perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri pada tanggal 17 Agustus. Saat ini, pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk mengibarkan bendera merah putih pada bulan 1 hingga 31 Agustus dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia.

Tahun Baru Islam

Latar Belakang Tahun Baru Islam

Tahun Baru Hijriyah atau Tahun Baru Islam merupakan hari yang penting dan bersejarah bagi umat Islam. Peristiwa bersejarah tersebut terjadi pada 1 Muharram yaitu tahun baru pada penanggalan Hijriyah. Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah diambil sebagai awal perhitungan penanggalan Hijriyah.

Kalender atau penanggalan yang bahasa arabnya adalah tarikh, didasarkan pada sebuah sejarah yang menjadi penentu suatu zaman. Di mana telah terjadi berbagai peristiwa penting yang mempengaruhi kehidupan seseorang dan juga kehidupan masyarakat.

Perayaan tahun baru islam di Indonesia sebagai salah satu hari libur nasional

Di masa lalu, orang-orang Yahudi begitu mencintai Musa sehingga mereka pun memulai penanggalan sejak masa nubuatnya dimulai. Sama seperti orang Kristen yang mengagumi kelahiran Yesus, umat Islam pun sudah sepatutnya memuliakan Nabi Muhammad SAW. Serta memulai sejarah melalui Tarikh-nya sejak hijrahnya Nabi Muhammad, salawat dan salam. Kalender Hijriyah kini digunakan dalam kalender Islam dan merupakan salah satu dari empat sistem penanggalan yang banyak digunakan di dunia.

Penanggalan Kalender Hijriyah

Hijrah merupakan peristiwa penting dalam ekspansi Islam, karena dengan langkah inilah Nabi Muhammad SAW mampu membentuk komunitas Muslim. Sebelum menggunakan penanggalan Hijriyah, umat Islam mengamati peristiwa penting untuk merayakan momen bersejarah. Contoh Tahun Gajah adalah tahun kelahiran Nabi Muhammad.

Sekitar 3-4 tahun setelah kepemimpinan Khalifah Umar Bin Al-Khattab, Abu Musa Al-Asy’ari meminta Khalifah Umar untuk membantu menyelesaikan masalah kalender. Setelah berdiskusi, beberapa anggota memberi saran kelahiran Nabi menandai awal kalender Islam. Beberapa dari mereka ada juga yang menyarankan awal kalender Islam ditandai dengan wafatnya Nabi Muhammad SAW. Tetapi kebanyakan dari mereka menyarankan agar waktu hijrahlah yang menandai awal penanggalan kalender Islam.

Ia kemudian meminta persetujuan Khalifah Umar Othman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib untuk menggunakan Hijrah sebagai awal penanggalan Islam. Dengan kesepakatan ini, maka tahun 622 M menjadi tahun pertama dalam penanggalan Hijriyah.

Tanggal Tahun Baru Hijriah 1443 sama dengan tanggal tahun sebelumnya, yaitu dimulai dengan bulan Muharram dan diakhiri dengan Dzulhijjah. Jumlah hari di bulan Dzulhijjah tergantung pada perbedaan siklus gerak bulan tiga puluh tahun, yang berputar mengelilingi Bumi sebagai satelit alami.

Sebanyak 12 bulan dalam sistem penanggalan Islam juga disebutkan dalam Al-Qur’an dalam Taubah ayat 36: “Inna ‘iddatasy-syuhụri ‘indallāhiṡnā ‘asyara syahran fī kitābillāhi yauma khalaqas-samāwāti wal-arḍa min-hā arba’atun ḥurum, żālikad-dīnul-qayyimu fa lā taẓlimụ fīhinna anfusakum wa qātilul-musyrikīna kāffatang kamā yuqātilụnakum kāffah, wa’lamū annallāha ma’al-muttaqīn.”

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”

Hari Raya Idul adha

Latar Belakang

Idul Adha adalah salah satu hari raya besar dalam agama Islam. Hari ini menandai kenangan pengorbanan, yaitu ketika Ibrahim rela mengorbankan putranya, Ismail sebagai bentuk ketaatannya kepada Allah. Namun, sebelum Ibrahim mengorbankan putranya, Allah mengganti Ismail dengan seekor domba. Untuk merayakan peristiwa penting ini, sapi, kerbau, atau kambing kemudian disembelih sebagai kurban setiap tahunnya.

Idul Adha jatuh pada hari kesepuluh bulan Zellijah atau 70 hari setelah hari raya Idulfitri. Hari ini, bersama dengan hari-hari Tasyrik, adalah hari di mana umat Islam dilarang berpuasa. Pada hari Idulfitri, umat Islam berkumpul di pagi hari dan melakukan shalat Idulfitri bersama di alun-alun atau di masjid. Usai shalat, hewan kurban kemudian disembelih. Sepertiga daging hewan tersebut dibagikan untuk keluarga yang mempersembahkan hewan kurban, dan sisanya disumbangkan atau dibagikan kepada orang lain. Iduladha juga umum dikenal sebagai Hari Raya Kurban atau Lebaran Haji.

Sejarah Idul Adha

Salah satu cobaan besar dalam hidup Ibrahim adalah ketika Ia menerima perintah Allah untuk mengorbankan putra kesayangannya. Ibrahim menerima pesan ini melalui mimpi yang berulang-ulang. Ibrahim tahu bahwa ini adalah perintah dari Allah dan memberitahu anaknya seperti tertulis dalam Al Qur’an.

Perayaan hari raya idul adha sebagai salah satu hari libur nasional

Ketika anaknya sudah mencapai cukup umur, Ibrahim pun berkata: Wahai anakku! Sebenarnya, saya bermimpi bahwa saya mengorbankan kamu. Jadi pikirkanlah bagaimana menurutmu! Dia berkata: Wahai ayahku! Lakukan apa yang (Allah) perintahkan kepadamu, insya Allah kamu akan mendapati aku termasuk orang yang sabar.

Selama masa persiapannya, setan mencobai Ibrahim dan keluarganya dengan mencoba menghalangi mereka untuk menjalankan perintah Allah. Kemudian Ibrahim mengusir setan itu dengan melemparkan kerikil ke arahnya. Untuk memperingati penolakan mereka terhadap setan ini, maka dilakukanlah lemparan jumrah selama ibadah haji.

Saat melakukan penyembelihan, pisau Ibrahim tidak bisa melukai Ismail. Kemudian Allah mengganti Ismail dengan seekor hewan sembelihan. “Ketika mereka berdua sudah berserah diri, Ia (Ibrahim) menempatkan putranya di pelipisnya (untuk melaksanakan perintah Tuhan). Kemudian Allah memanggilnya: Wahai Ibrahim! Aku yakin dengan mimpi itu.” Sesungguhnya demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sebenarnya, ini adalah ujian yang nyata. Allah menebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.

Penetapan Hari Raya Idul Adha

Iduladha diadakan saat lebaran haji berlangsung. Basis haji adalah Wukuf di Arafah, sedangkan hari Wukuf dikenal sebagai Hari Arafah, dan dimulai pada hari kesembilan Dzul-Hijjah sampai fajar kesepuluh Dzul-Hijjah.

Dalam dalil hadits yang disampaikan oleh Husain bin al-Harits al-Jadali, Amir Makkah menyampaikan khotbah dan kemudian berkata:

“Rasulullah Dia memerintahkan kami untuk melakukan haji berdasarkan Hisab dan Rukyat (Hilal Zulhijah). Jika kami tidak dapat melihatnya, maka ada dua saksi yang adil (yang melihatnya), maka kami harus melakukan Manasik berdasarkan kesaksian mereka.”

HR Abu Dawud, Al-Bayhaqi, putra Al-Darooqthani. Al-Darqutni berkomentar: “Hadits ini adalah rangkaian penyebaran yang berkelanjutan dan otentik.”

Hadits ini menjelaskan bahwa, pertama, pelaksanaan haji harus didasarkan pada hasil bulan sabit 1 Zulhijah sehingga waktu Wukuf dan Iduladha-nya dapat ditentukan. Kedua: Pesan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Yang Mulia Amir Makkah dalam kapasitasnya sebagai penguasa wilayah, tempat diadakannya haji untuk melakukan Rukyat. Jika ini tidak berhasil, maka Rukyat orang lain, mengumumkan kesaksiannya kepada Amir Makkah.

Hari Lahir Pancasila

Lahirnya Pancasila

Pada dasarnya Pancasila adalah gagasan, prinsip, dan falsafah dasar kehidupan masyarakat Indonesia. Pancasila dikenal tidak hanya sebagai dasar negara tetapi juga sebagai panduan hidup bermasyarakat warga negara Indonesia hingga saat ini. Pancasila, tersusun dari bahasa Sansekerta. Artinya, “Panca” berarti “5” dan “Syla” berarti “batu sendi” atau “dasar alas” seperti dinyatakan oleh Bung Karno. Pancasila dikembangkan dalam rapat Badan Penelitian Independen Pekerjaan Persiapan Indonesia (BPUPKI) dari tanggal 29 Mei 1945 sampai dengan 1 Juni 1945.

Pada awalnya, pembentukan BPUPKI bertujuan untuk menyelidiki isu-isu penting dan mengembangkan rencana untuk kemerdekaan Indonesia. BPUPKI juga bertanggung jawab atas persiapan dan perancangan dasar negara Indonesia yang sekarang dikenal dengan Pancasila.

Secara historis, Pancasila didirikan oleh tiga warga negara Indonesia, Mohammadoyamin, Soepomo dan Soekarno. Pancasila kemudian dibangun oleh Soekarno pada sidang BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945. Sejak itu, 1 Juni 1945 diperingati sebagai hari lahir Pancasila.

Image for google search of "hari lahir pancasila" as "libur nasional" from liburnasional.net
Hari Pancasila

Hari lahir Pancasila jatuh pada 1 Juni. Hal ini ditandai dengan pidato Presiden pertama Indonesia, Sukarno, pada tanggal 1 Juni 1945, di persidangan Dokuritsu Junbi Cosakai (Komisi Penyelidikan untuk Penyelidikan Persiapan Independen). Pidatonya pertama kali mengusulkan konsep pertama Pancasila, yang merupakan dasar negara Indonesia.

Sejarahnya dimulai dengan kekalahan Jepang dalam Perang Pasifik, di mana Indonesia dijanjikan kemerdekaan dan berusaha memenangkan hati rakyat dengan mendirikan sebuah lembaga untuk mempersiapkannya. Lembaga ini disebut Dokuritsu Junmi Kosakai. Pada sidang pertama tanggal 29 Mei 1945 di Gedung Sangiin Pusat (sekarang Gedung Pancasila), para anggotanya membahas pokok-pokok masalah kenegaraan.

Kronologi dan sejarah hari lahirnya Pancasila

Prosesnya berlangsung hampir lima hari dan pada tanggal 1 Juni 1945, Soekarno memasukkan pemikirannya ke dasar negara Indonesia yang disebut dengan Pancasila. Panca berarti 5 dan Sila berarti prinsip. Saat itu, Bung Karno mengutarakan lima prinsip dasar negara Indonesia: prinsip pertama “kebangsaan”, prinsip kedua “internasionalisme atau perikemanusiaan”, prinsip ketiga “demokrasi”, prinsip “keadilan sosial” dan prinsip “ketuhanan yang maha esa.”

Untuk menyempurnakan perumusan Pancasila dan membentuk konstitusi berdasarkan lima prinsip ini, Dokuritsu Junbi Cosakai membentuk panitia. Sembilan orang panitia diikutsertakan yaitu Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Abikoesno Tjokroseojoso, Agus Salim, Wahid Hasyim, Mohammad Yamin, Abdul Kahar Muzakir, Mr. AA Malamis, dan Achmad Soebardjo.

Setelah melalui beberapa kali persidangan, Pancasila akhirnya disahkan dalam sidang PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Dalam persidangan tersebut disepakati bahwa Pancasila akan dicantumkan dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai dasar hukum negara Indonesia.

Hari Waisak

Latar Belakang

Hari Waisak  atau Waisaka dikenal juga sebagai Visakha Puja atau Buddha Purnima di India, Saga Dawa di Tibet, Waisak di Malaysia dan Singapura, Visakha Buka di Thailand, dan Waisak di Sri Lanka. “Vesak”, di beberapa tempat juga disebut “Hari Buddha”.

Hari Raya Waisak diperingati pada saat terang bulan (Purnama Sidhi) pada bulan Mei untuk memperingati 3 (tiga) tonggak penting dalam sejarah:

1. Kelahiran Pangeran Siddhartha di Taman Lumbini

Pangeran Siddhartha adalah putra Raja Sudothana dan Ratu Mahamaya. yang lahir di Taman Lumbini pada tahun 623 Sebelum Masehi. Kelahiran Pangeran Siddhartha ini adalah untuk menjadi Bodhisattva, yakni Buddha masa depan yang akan mencapai kebahagiaan tertinggi.

Perayaan hari raya waisak di indonesia sebagai salah satu hari libur nasional

2.   Pangeran Siddhartha mencapai pencerahan dan hidup pada tahun 588 sebelum masehi.

Pada usia 35 tahun ia menjadi seorang Buddha dengan gaya Bodhgaya. Pada usia 29, Pangeran Siddhartha meninggalkan istana mencari kebebasan dari penuaan, penyakit dan kematian. Selama bulan purnama di tahun 588 Sebelum Masehi. Pangeran Siddhartha mencapai pencerahan agung dan diberi nama Buddha.

3. Pencapaian nirwana (kematian) di Kusinara

Pada usia 80 tahun, Sang Buddha wafat atau mencapai nirwana di Kusinara pada tahun 543 Sebelum Masehi. Murid-muridnya pun memberikan hormat kepada Sang Buddha untuk terakhir kalinya.

Ketiga peristiwa ini disebut sebagai “Trisuci Waisak” dan keputusan untuk merayakannya dinyatakan dalam First World Buddhist Association (WFB) di Sri Lanka pada tahun 1950. Festival ini diadakan pada bulan purnama pertama di bulan Mei. Nama Waisak sendiri merupakan salah satu nama bulan menurut penanggalan India kuno.

Perayaan Hari Waisak

Di Indonesia Hari Raya Waisak juga diperingati setelah penetapan WFB. Perayaannya dipusatkan secara nasional di kompleks Candi Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Jawa Tengah

Prinsip utama Hari Waisak Nasional adalah sebagai berikut:

  1. Ambil air berkat dari Air Mancur Jumpreet (Umbul) di Kabupaten Temanggung dan menyalakan obor  menggunakan sumber api abadi Mrapen, Kabupaten Grobogan.
  2. Upacara Pindapatta, mempersembahkan makanan kepada para bhikkhu oleh masyarakat (umat) sebagai kesempatan untuk melakukan perbuatan baik bagi masyarakat.
  3. Samadhi di titik tertinggi hari bulan purnama. Penentuan bulan purnama ini didasarkan pada perhitungan langit, untuk memenuhi puncak bulan purnama hari itu.

Idul fitri

Penetapan Idul fitri

Idul fitri atau Lebaran di Indonesia adalah hari raya Islam yang jatuh pada 1 Syawal dalam penanggalan Hijriah. Karena 1 Syawal ditentukan berdasarkan siklus lunar/bulan. Idulfitri atau Hari Raya Puasa jatuh pada tanggal yang berbeda setiap tahun jika dilihat dari kalender Masehi. Cara penetapan 1 Syawal pun berbeda-beda sehingga mungkin ada sejumlah umat Islam yang merayakannya pada tanggal yang berbeda di kalender Masehi.

Tradisi pada Idul fitri

Pada 1 Syawal, akhir bulan puasa Ramadhan, dan perayaan Hari Raya Idul Fitri, di pagi hari biasanya dilakukan Shalat Id. Shalat Idulfitri yang dilaksanakan di lapangan terbuka atau di jalan-jalan (terutama di kota-kota besar) adalah sebuah sunnah. Sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri, imam akan menganjurkan umat untuk membayar zakat fitrah karena jika shalat Idulfitri berakhir, maka hukumnya adalah membayar sedekah biasa. Pada malam sebelum dan sesudah Idulfitri, umat Islam diwajibkan untuk membaca Takbir.

Image for google search of "idul fitri or hari raya lebaran" as "libur nasional" from liburnasional.net
Hari Raya Idul Fitri atau biasa disebut Lebaran di Indonesia

Di Indonesia, kata-kata Minal ‘Aidin wal-Faizin yang kerap diucapkan sebenarnya sudah menjadi tradisi masyarakat Asia Tenggara. Menurut sebagian besar ulama, istilah tersebut tidak didasarkan pada sabda Nabi Muhammad SAW. Istilah itu awalnya berasal dari seorang penyair zaman Andalusia, yang bernama Syafi’i al-Din al-Hawli. Ketika ia membacakan sebuah puisi yang konteksnya menceritakan ketidaksenangan wanita di pesta itu.

Adapun pidato yang disampaikannya adalah Taqabbalallahu minna wa minkum (“Semoga Allah menerima amal perbuatan kami dan juga kalian dan semacam”).

Idulfitri di berbagai daerah

Umat ​​Islam di Indonesia menjadikan Hari Raya Idul Fitri sebagai hari libur besar, dan momen untuk mempersatukan keluarga. Terutama keluarga yang harus berpisah karena suatu hal, seperti pekerjaan atau pernikahan. Dua minggu menjelang Hari Raya Idul Fitri umat Islam di Indonesia biasanya mulai sibuk memikirkan perayaan hari raya yang dinanti ini. Selalu menjadi pilihan antara mudik pulang kampung berkumpul bersama keluarga atau tidak. Umumnya, tanggal Idulfitri ditetapkan oleh pemerintah. Namun kadangkala, sejumlah ormas Islam menyatakannya tanggal yang berbeda dengan yang pemerintah tetapkan. Idulfitri di Indonesia disebut Lebaran, karena kebanyakan orang mudik (pulang) untuk merayakannya bersama keluarga. Selama lebaran, berbagai hidangan pun disajikan. Hidangan paling terkenal dalam perayaan Idulfitri di Indonesia adalah ketupat sayur, kue lapis, dan juga lapis legit.

Selama lebaran, masyarakat biasanya mengunjungi rumah tetangga atau kerabat untuk bersilahturahmi, yang dikenal juga dengan istilah halal bihalal, untuk saling bermaaf-maafan.

Di Negara Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam, Idulfitri dikenal juga sebagai Hari Raya Puasa, Hari Raya Eid al-Fitri atau Hari Raya Fitrah. Seperti di Indonesia, pada malam sebelum Idul Fitri, takbir selalu dinyanyikan di mesjid atau mushola, mengungkapkan kemenangan dan kebesaran Allah, keilahian umat Islam. Banyak bank, kantor pemerintahan, dan perusahaan swasta tutup selama perayaan Idul Fitri hingga akhir pekan lebaran. Orang-orang biasanya mengucapkan “Selamat Hari Raya” atau “Selamat Idulfitri” dan “mohon maaf lahir dan batin” sebagai permintaan maaf satu sama lain. Bila di Indonesia ada tradisi pulang kampung alias mudik, tradisi pulang kampung juga dilakukan di Malaysia. Selain itu di Indonesia juga ada suatu tradisi unik di mana orang tua memberikan uang kepada anak-anak yang dikenal dengan istilah duit raya.

Kenaikan Isa Almasih

Latar belakang Peringatan Kenaikan Isa Almasih

Peristiwa kenaikan Isa Almasih (Yesus Kristus) secara jelas dituliskan di dalam Alkitab, tepatnya di dalam Injil Lukas. Rangkaian peristiwanya dimulai dengan pengorbanan dan kematian Yesus Kristus di kayu salib untuk membebaskan manusia dari dosa dan maut. Setelah mati di kayu salib, Yesus dikuburkan di kuburan yang baru. Pada hari ketiga, kubur Yesus kosong karena Ia telah dibangkitkan dari antara orang mati. Yesus Kristus juga menunjukkan diri-Nya kepada Ibu Maria dan para muridnya. Peristiwa kebangkitan Yesus Kristus ini juga dikenal sebagai peristiwa Paskah. Kemudian dikisahkan Yesus dan para murid-Nya pergi ke Bukit Zaitun. Di sana, Yesus berjanji kepada mereka bahwa Ia akan datang untuk kedua kalinya.

Perayaan kenaikan isa almasih sebagai hari libur nasional

Kenaikan Yesus Kristus adalah peristiwa yang terjadi 40 hari setelah Kebangkitan Yesus. Disaksikan oleh para murid-Nya, Yesus Kristus di Bukit Zaitun diangkat ke Surga kemudian menghilang dari pandangan setelah diselimuti awan. Semua pengikutnya sujud dan menyembah dia. Kemudian mereka kembali ke rumah dengan penuh sukacita, seperti yang tertulis dalam Perjanjian Baru di dalam Alkitab Kristen.

Percakapan terakhir sebelum kenaikan

Kitab Kisah Para Rasul mencatat secara lebih rinci percakapan antara Yesus dan murid-muridnya yang mengarah pada kenaikan-Nya. Murid-murid Yesus digambarkan masih belum sepenuhnya memahami makna dari semua peristiwa yang mereka alami. Banyak dari mereka masih berharap bahwa Yesus akan memulihkan kerajaan Daud yang jatuh setelah dikalahkan oleh kerajaan Babilonia. Tetapi Yesus memiliki misi lain yang bukan dari dunia. Ia memberi tahu murid-muridnya: “Kamu tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang telah ditetapkan oleh Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu dan kamu akan menjadi saksi-Ku. di Yerusalem dan di seluruh dunia, Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Setelah meninggalkan pesan, tertulis bahwa Yesus diangkat ke surga, disaksikan oleh para muridnya. Peristiwa ini lantas mengejutkan mereka., tetapi dua malaikat Tuhan muncul dan mengingatkan mereka akan pesan yang telah Yesus berikan kepada mereka.

Selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya pada hari Minggu (yaitu 3 hari setelah kematian-Nya di kayu salib), Yesus menunjukkan diri-Nya kepada para murid dan dengan banyak tanda para murid-Nya percaya kalau Yesus benar-benar hidup. Yesus pun berulang kali datang dan mengingatkan mereka tentang Kerajaan Allah. Pada hari kenaikan-Nya, ketika Ia makan bersama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di sana menunggu janji Bapa. Yesus pun berkata, “Kamu mendengar dari-Ku. Karena Yohanes membaptis dengan air, tetapi segera kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.”

Jumat Agung

Latar Belakang Jumat Agung

Jumat Agung adalah hari peringatan penyaliban Yesus Kristus di bukit Golgota. Dalam kalender Masehi, perayaannya selalu dirayakan setiap hari Jumat sebelum Minggu Paskah.

Jumat Agung juga merupakan salah satu hari dari perayaan Tritunggal Mahakudus. Hari Tritunggal Mahakudus/ Tri Hari Suci adalah rangkaian Paskah terakhir yang mencakup Kamis Putih, Jumat Agung, dan Misa Kebangkitan Yesus, yang sering dikenal sebagai Sabtu Suci atau Malam Paskah. Tiga hari ini adalah hari-hari penting dalam perayaan  Paskah. Tri Hari Suci merupakan hari perayaan bagi umat Kristiani, khususnya Katolik, dalam rangka memperingati wafat dan kebangkitan Yesus. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai hari Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, dan Paskah.

Tri Hari Suci merupakan hari perayaan bagi umat Kristiani, khususnya Katolik, dalam rangka memperingati wafat dan kebangkitan Yesus. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai hari Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, dan Paskah.

Tri Hari Suci

Kamis Putih adalah hari Kamis sebelum Paskah, di Pekan Suci ini umat Kristiani memiliki tradisi memperingati perjamuan rerakhir yang dipimpin oleh Yesus. Hari ini adalah salah satu hari terpenting dalam kalender Gereja Katolik. Dalam misa malam Kamis Putih, imam akan membasuh kaki umat untuk mengenang Yesus yang membasuh kaki murid-muridnya pada saat perjamuan terakhir sebelum Ia ditangkap dan disalibkan. Ritual perjamuan terakhir Yesus ini juga selalu dikenang dan dilakukan pada setiap Misa mingguan atau kebaktian dan disebut sebagai perayaan Ekaristi atau Perjamuan Kudus.

Image for google search of "jumat agung" as "libur nasional" from liburnasional.net
Jumat Agung

Jumat Agung adalah peringatan kematian Yesus Kristus di kayu salib. Setelah mengalami berbagai siksaan dan penderitaan, akhirnya Yesus wafat di Bukit Golgota. Kematian-Nya diyakini oleh orang Kristen sebagai bentuk penebusan dosa umat manusia.

Jumat Agung mengajarkan kepada semua orang Kristen bahwa Tuhan memberikan pengampunan kepada umat manusia melalui Yesus putra-Nya. Dengan penyaliban Yesus Kristus ini, Allah menunjukkan kasih-Nya kepada semua orang. Bahkan, ketika Yesus masih hidup, Ia menunjukkan betapa pentingnya kasih bagi kehidupan. Ia selalu membantu dan mencintai orang-orang di sekitarnya. Bahkan ketika Ia menderita, Yesus meminta Allah Bapa untuk mengampuni yang mereka yang bersalah. Diceritakan dalam Alkitab, setelah Yesus meninggal dan dikuburkan, pada hari ketiga Ia bangkit dari kematian.

Sabtu Suci (juga disebut Sabtu Paskah, Sabtu Hening atau Sabtu Kesepian) adalah hari setelah Jumat Agung dan sebelum Minggu Paskah. Hari tersebut adalah hari terakhir dari Pekan Suci yang dirayakan oleh umat Kristiani dalam rangka persiapan perayaan Paskah. Sabtu Suci memperingati peristiwa ketika tubuh Yesus Kristus dibaringkan di kuburan batu setelah disalibkan pada hari Jumat.

Paskah

Minggu Paskah adalah perayaan terpenting tahun liturgi gereja Kristen. Orang Kristen sampai hari ini percaya bahwa Yesus disalibkan, meninggal dan dikuburkan, dan pada hari ketiga Ia bangkit dari kematian. Paskah merayakan hari kebangkitan dan merupakan perayaan terpenting karena memperingati peristiwa paling suci dalam kehidupan Yesus, sebagaimana diberitakan dalam keempat Injil Perjanjian Baru. Perayaan ini juga dikenal sebagai Minggu Paskah, Hari Kebangkitan atau Minggu Kebangkitan.