Asal-usul Maulid Nabi dan Perayaannya di Indonesia

Maulid Nabi adalah salah satu hari libur nasional yang merupakan hari besar umat muslim di Indonesia yang merayakan hari lahirnya Nabi Muhammad SAW. Maulid Nabi sendiri jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah Islam.

Di tahun 2022 Maulid akan jatuh di sekitar tanggal 7 atau 8 Oktober 2022. Maulid Nabi adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam. Karena Muhammad sebagai figur utama yang mengajarkan dan menyebarkan agama Islam pertama kali, lahir ke dunia.

Muhammad SAW dan Islam

Muhammad dilahirkan di Mekah pada tahun 570. Setelah menjadi yatim piatu di usia 6 tahun. Muhammad kemudian diasuh dan dibesarkan oleh pamannya, Abu Thalib, selama kurang lebih 40 tahun.

Diceritakan bahwa Muhammad menerima wahyu pertamanya dari Allah melalui malaikat Jibril di usianya yang ke-40. Setelahnya Muhammad mulai membuka diri dan berdakwah mengenai wahyu yang didapatnya di depan umum.

maulid nabi muhammad merupakan salah satu libur nasional di indonesia

Muhammad menyatakan kepada khalayak bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, bahwa dirinya adalah nabi dan utusan Allah, dan Islam adalah jalan kehidupan yang paling benar.

Muhammad meninggal di tahun 632. Semasa hidupnya Muhammad sudah berhasil menyatukan banyak suku di jazirah Arab dan membuat mereka menjadi mualaf. Sehingga pada saat Ia meninggal hampir seluruh penjuru Arab telah memeluk agama Islam.

Perayaan Maulid Nabi di Indonesia

Di Indonesia sendiri penyebaran agama Islam dilakukan lewat jalur perdagangan, yang dilakukan oleh para pedagang asal Arab, Gujarat, dan Persia.

Sedangkan perayaan Maulid Nabi sendiri dipercaya diawali oleh Wali Songo, yang dilakukan untuk menarik minat masyarakat untuk memeluk agama Islam.

Selanjutnya perayaan ini menjadi tradisi turun temurun di berbagai daerah di Indonesia. Seperti misalnya tradisi Kirab Ampyang di Kudus – Jawa tengah, tradisi Gerebeg Keres dan Sebar Udikan di Madiun – Jawa Timur. Selain itu juga tradisi Mauripee di Aceh, tradisi Grebeg Maulid di Yogyakarta, tradisi Endogh-Endoghan di Banyuwangi. Ada juga tradisi Panjang Jimat di Cirebon – Jawa Barat, tradisi Bungo Lado di Padang – Sumatera Barat. Masih banyak lagi tradisi lainnya.

Arti perayaan Maulid Nabi pun sudah menyebar untuk saat ini. Tak lagi hanya untuk merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, tapi juga sebagai wujud syukur atas anugerah yang diberikan oleh Tuhan YME. Namun juga bentuk kebersamaan dan solidaritas terhadap sesama.

Hari Keagamaan yang jadi Warisan Budaya

Maulid Nabi terbukti tidak hanya sekadar menjadi Hari Raya Kegamaan umat muslim saja, tapi juga sudah jadi tradisi yang melekat secara turun-temurun di masyarakat Indonesia sekarang ini. Maulid sebagai Hari Libur Nasional juga menjadi sebuah perayaan budaya yang unik yang harus terus dilestarikan.

Tradisi-tradisi yang dilakukan pada hari Maulid Nabi di berbagai daerah di Indonesia otomatis bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk perkembangan sektor pariwisata di Tanah Air. Sudah selayaknya Maulid Nabi dirayakan sebagai Hari Libur Nasional, karena hari besar ini tidak hanya mampu mempertebal iman umat muslim tapi juga mempererat hubungan sosial di masyarakat.