Daftar Hari Libur Nasional Lengkap Setiap Tahun dan Penjabarannya

Hari libur nasional yang ditandai tanggal merah biasanya diisi dengan berbagai kegiatan yang sukar dilakukan dalam keseharian. Anda bisa memaanfaatkan berbagai macam hari libur di indonesia yang resmi diberikan pemerintah di setiap tahunnya.

Libur yang diberlakukan pemerintah Indonesia melalui SKB Menteri maupun keputusan presiden tentang cuti bersama, bisa terdiri dari banyak faktor penyusun. Pada saat moment pilkada, biasanya diberikan Libur pilkada juga.

Berbagai Hari Raya sebagai Hari Libur Nasional di Indonesia

Diantara berbagai daftar hari libur dan tanggal merah nasional, selalu ada hari raya nasional untuk setiap agama di Indonesia. Sehingga kadang pemerintah melakukan perubahan hari libur dan cuti bersama, sempat terjadi di 2021. Bahkan perlu sampai mengerbitkan SKB cuti bersama (SKB libur nasional).

hari libur
Ilustrasi Tanggal Merah dan Hari Libur Nasional (webandi/Pixabay)

Belum diketahui apakah akan ada perubahan lagi untuk jadwal libur dan cuti bersama tahun depan. Namun kamu sudah bisa melihat jadwal hari libur nasional 2022 di liburnasional.net.

Berbagai Tanggal merah indonesia yang digunakan sebagai hari libur nasional indonesia (libur hari raya nasional) sampai saat ini terdiri dari :

  1. Tahun baru atau tahun baru masehi. Pada malam tahun baru kamu bisa memanfaatkannya sebagai saat liburan. Kalau kamu penasan, kamu bisa cari tahu juga sejarah tahun baru masehi itu di web ini.
  2. Tahun baru imlek. Imlek merupakan salah satu tanggal merah yang dapat kamu temui di kalender nasional. Libur di Hari raya imlek bisa kamu gunakan untuk berkumpul dengan keluarga atau pergi berlibur. Kapan hari raya imlek dirayakan tiap tahunnya? kamu juga bila langsung cek ke sini.
  3. Isra miraj. Hari isra miraj adalah salah satu tanggal merah yang diberikan pemerintah untuk memperingati perayaan yang dilakukan oleh orang islam.
  4. Nyepi. Hari raya nyepi adalah hari suci hindu. Perayaan selalu pada saat tahun baru saka.
  5. Hari jumat agung, yang biasanya dilakukan sebelum hari raya Paskah.
  6. Hari buruh nasional. Walaupun baru beberapa tahun ditetapkan sebagai tanggal merah dalam libur nasional, namun cukup untuk menambah jadwal liburan kamu.
  7. Hari kenaikan isa almasih. Ini adalah hari raya memperingati kematian yesus kristus selama tiga hari dan bangkit kembali. Biasa diiringi dengan ucapan kenaikan isa almasih (yesus kristus) sesama yang merayakan.
  8. Idul fitri. Hari raya ini disertai dengan surat edaran cuti bersama di setiap tahunnya. Setelah melakukan sholat idul fitri, umat muslim saling memberi selamat idul fitri dengan ucapan hari raya idul fitri atau mengirim kartu ucapan idul fitri.

Bagi para karyawan dan PNS juga mendapatkan jatah libur lebaran pns dan karyawan, sesuai peraturan depnaker tentang hari libur nasional.

  1. Waisak. hari raya waisak adalah perayaan umat budha atas terjadinya 3 hal dalam hidup Sidarta Gautama. Dalam merayakannya, umat budha saling memberi ucapan waisak kepada sesama yang merayakan.
  2. Pancasila sakti. Ini adalah hari hari lahir pancasila. Bangsa Indonesia merayakan dengan saling memberi selamat hari lahir pancasila. Hari ini juga diabadikan dengan dibangunnya monumen pancasila sakti.
  3. Idul adha. Hari raya idul adha adalah hari memperingati cerita Nabi Ibrahim dan putranya Ismail. Diawali dengan pelaksanaan sholat idul adha, dilanjutkan dengan pelaksanaan kurban untuk dibagikan ke kaum yang membutuhkan.
  4. Tahun baru hijriah (tahun baru islam) yang jatuh di 1 Muharram adalah tahun baru umat islam mengikuti kalender hijriah. Dalam budaya jawa biasa disebut dengan 1 suro.
  5. Hari kemerdekaan RI. Selalu dirayakan setiap 17 agustus oleh bangsa Indonesia untuk memperingati hari kemerdekaan indonesia setelah dalam 3,5 abad dijajah oleh belanda dan sekutunya.
  6. Maulid nabi muhammad. Setiap tahun tanggal maulid nabi selalu berubah karena mengikuti perhitungan kalender hijriah.
  7. Hari natal. Hari raya natal adalah satu libur hari raya yang ditunggu. Selain berdekatan dengan tahun baru, juga biasanya diberikan cuti bersama. Diiringi dengan berbagai alunan lirik lagu hari natal telah tiba dan saling memberi selamat antar umat kristiani, membuat suasana natal semakin ceria.

Web libur nasional selain memberikan informasi tentang hari libur, juga menyediakan kalender lengkap hari libur.

Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Terbaru 2021

Daftar Hari Libur Nasional terbaru dan Akhir 2021 yang direvisi

Pemerintah secara resmi telah mengubah hari libur nasional atau hari libur indonesia dan juga Cuti Bersama pada tahun 2021 ini. Langkah tersebut adalah upaya yang diambil pemerintah untuk menekan laju pergerakan masyarakat, dalam rangka menekan jumlah kasus Covid-19.

Perubahan hari libur dan cuti bersama 2021 diatur melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama (Menag), Menteri Tenaga Kerja (Menaker) dan Menteri PANRB. Birokrasi (PANRB) No. 712/2021 1/2021, no. 3/2021 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja, Menteri PANRB No. 642 2020, Edisi 4/2020, Edisi 4/2020 terkait dengan hari libur nasional dan Hari Libur 2021.

hari libur nasional
Libur Nasional dan Cuti Bersama

“Pemerintah telah memutuskan untuk mengubah dua hari libur nasional dan membatalkan satu,” kata Menteri Koordinator Kebudayaan dan Pembangunan Manusia (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Jumat (18 Juni). 2021). Registrasi e-mail Memberikan informasi resmi, perubahan hari libur terjadi dalam rangka Tahun Baru Islam 1443 Hijriah dan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sementara itu, penghapusan hari libur kolektif terjadi pada saat libur Natal. Baca juga: Disebut PNS Sederajat, Berapa Gaji PPPK? Perubahan dan pengurangan libur tahun baru Hijriah 1443 yang semula jatuh pada 10 Agustus diubah menjadi 11 Agustus. Selanjutnya, Hari Raya Kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 19 Oktober diubah menjadi 20 Oktober. Sedangkan pencabutan hak cuti bersama terjadi pada saat libur Natal 24 Desember 2021.

Daftar Libur Nasional

Dengan adanya perubahan dari pemerintah terkait libur nasional yang otomatis merubah susunan tanggal merah Indonesia. Dan dicabutnya daftar hari libur bersama mempengaruhi libur hari raya nasional. Berikut daftar hari libur secara nasional yang terbaru:

Hari Libur Tahun Baru Masehi

1 Januari: Tahun Baru 2021 Masehi

Tahun baru ialah satu perayaan di mana satu budaya rayakan usainya periode setahun dan mengidentifikasi diawalinya perhitungan tahun seterusnya. Budaya yang memiliki kalender tahunan semua memiliki perayaan tahun baru. Hari tahun baru di Indonesia jatuh di tanggal 1 Januari karena Indonesia adopsi kalender Gregorian, sama dengan sebagian besar beberapa negara di dunia.

Perayaan tahun baru awalannya ada di Timur tengah, 2000 SM. Warga Mesopotamia rayakan penggantian tahun saat matahari pas ada di atas katulistiwa, atau persisnya 20 Maret. Sampai sekarang, Iran masih rayakan tahun baru di tanggal 20, 21, atau 22 Maret, yang disebutkan Nowruz.

Untuk penanggalan Masehi, Tahun Baru pertama kalinya dirayakan di tanggal 1 Januari 45 SM. Sesaat sesudah Julius Caesar dikukuhkan sebagai kaisar Roma, dia memilih untuk menukar penanggalan tradisionil Romawi yang sudah dibuat semenjak era ke-7 SM. Dalam membuat desain kalender baru ini, Julius Caesar ditolong oleh Sosigenes, seorang pakar astronomi dari Iskandariyah, yang merekomendasikan supaya penanggalan baru itu dibikin dengan ikuti revolusi matahari, seperti yang sudah dilakukan beberapa orang Mesir.

Setahun dalam penanggalan baru itu dihitung sekitar 365 seperempat hari dan Caesar menambah 67 hari di tahun 45 SM hingga tahun 46 SM diawali pada 1 Januari. Caesar memerintah supaya tiap 4 tahun, sehari dipertambah ke bulan Februari, yang teoretis dapat menghindar penyelewengan dalam kalender baru ini. Sesaat saat sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, ia mengganti nama bulan Quintilis dengan namanya, yakni Julius atau Juli. Selanjutnya, nama bulan Sextilis ditukar bernama alternatif Julius Caesar, Kaisar Augustus, jadi bulan Agustus.

Hari Libur Tahun Baru Imlek

12 Februari: Tahun Baru Imlek 2572 Kongzii

Tahun Baru Imlek sebagai perayaan paling penting orang Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek diawali pada hari awal bulan awal (Hanzi: 正月; pinyin: zhēng yuè) di penanggalan Tionghoa dan usai dengan Cap Go Meh di tanggal ke-15 (di saat bulan purnama). Malam tahun baru imlek dikenali sebagai Chúxī 除夕 yang memiliki arti “malam penggantian tahun”.

Kalender suryacandra Tionghoa tentukan tanggal tahun baru Imlek. Kalender itu dipakai di beberapa negara yang sudah mengusung atau sudah dikuasai oleh budaya Han (khususnya di Korea, Jepang, dan Vietnam) dan kemungkinan mempunyai asal yang sama dengan perayaan Tahun Baru di luar Asia Timur (seperti Iran, dan pada jaman jaman dulu, dataran Bulgar).

Dalam kalender Gregorian, tahun baru Imlek jatuh di tanggal yang lain tiap tahunnya, di antara tanggal 21 Januari sampai 20 Februari. Dalam kalender Tionghoa, titik balik mentari musim dingin harus terjadi di bulan 11, yang memiliki arti tahun baru Imlek umumnya jatuh di bulan baru ke-2 sesudah titik balik mentari musim dingin (dan terkadang yang ke-3 bila di tahun itu ada bulan kabisat). Di budaya tradisionil di Tiongkok, lichun ialah waktu solar yang mengidentifikasi diawalinya musim semi, yang terjadi sekitaran 4 Februari.

11 Maret: Isra Miraj Nabi Muhammad SAW

14 Maret: Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1943

2 April: Wafat Isa Al Masih 1 Mei: Hari Buruh Internasional

13 Mei Kenaikan Isa Al Masih 13-14 Mei: Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah

26 Mei: Hari Raya Waisak 2565

1 Juni: Hari Lahir Pancasila

20 Juli: Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah

11 Agustus: Tahun Baru Islam 1443 Hijriah

17 Agustus: Hari Kemerdekaan Republik Indonesia

20 Oktober: Maulid Nabi Muhammad SAW

25 Desember: Hari Raya Natal Cuti bersama 12 Mei: Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah

Idul fitri

Penetapan Idul fitri

Idul fitri atau Lebaran di Indonesia adalah hari raya Islam yang jatuh pada 1 Syawal dalam penanggalan Hijriah. Karena 1 Syawal ditentukan berdasarkan siklus lunar/bulan. Idul fitri atau Hari Raya Puasa jatuh pada tanggal yang berbeda setiap tahun jika dilihat dari kalender Masehi. Cara penetapan 1 Syawal pun berbeda-beda sehingga mungkin ada sejumlah umat Islam yang merayakannya pada tanggal yang berbeda di kalender Masehi.

Tradisi pada Idul fitri

Pada 1 Syawal, akhir bulan puasa Ramadhan, dan perayaan Hari Raya Idul Fitri, di pagi hari biasanya dilakukan Shalat Id. Shalat Idul fitri yang dilaksanakan di lapangan terbuka atau di jalan-jalan (terutama di kota-kota besar) adalah sebuah sunnah. Sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri, imam akan menganjurkan umat untuk membayar zakat fitrah karena jika shalat Idulfitri berakhir, maka hukumnya adalah membayar sedekah biasa. Pada malam sebelum dan sesudah Idulfitri, umat Islam diwajibkan untuk membaca Takbir.

Image for google search of "idul fitri or hari raya lebaran" as "libur nasional" from liburnasional.net
Hari Raya Idul Fitri atau biasa disebut Lebaran di Indonesia

Di Indonesia, kata-kata Minal ‘Aidin wal-Faizin yang kerap diucapkan sebenarnya sudah menjadi tradisi masyarakat Asia Tenggara. Menurut sebagian besar ulama, istilah tersebut tidak didasarkan pada sabda Nabi Muhammad SAW. Istilah itu awalnya berasal dari seorang penyair zaman Andalusia, yang bernama Syafi’i al-Din al-Hawli. Ketika ia membacakan sebuah puisi yang konteksnya menceritakan ketidaksenangan wanita di pesta itu.

Adapun pidato yang disampaikannya adalah Taqabbalallahu minna wa minkum (“Semoga Allah menerima amal perbuatan kami dan juga kalian dan semacam”).

Idul fitri di berbagai daerah

Umat ​​Islam di Indonesia menjadikan Hari Raya IdulFitri sebagai hari libur nasional, dan momen untuk mempersatukan keluarga. Terutama keluarga yang harus berpisah karena suatu hal, seperti pekerjaan atau pernikahan. Dua minggu menjelang Hari Raya Idul Fitri umat Islam di Indonesia biasanya mulai sibuk memikirkan perayaan hari raya yang dinanti ini. Selalu menjadi pilihan antara mudik pulang kampung berkumpul bersama keluarga atau tidak. Umumnya, tanggal Idulfitri ditetapkan oleh pemerintah.

Namun kadangkala, sejumlah ormas Islam menyatakannya tanggal yang berbeda dengan yang pemerintah tetapkan. Idulfitri di Indonesia disebut Lebaran, karena kebanyakan orang mudik (pulang) untuk merayakannya bersama keluarga. Selama lebaran, berbagai hidangan pun disajikan. Hidangan paling terkenal dalam perayaan Idulfitri di Indonesia adalah ketupat sayur, kue lapis, dan juga lapis legit.

Selama lebaran, masyarakat biasanya mengunjungi rumah tetangga atau kerabat untuk bersilahturahmi, yang dikenal juga dengan istilah halal bihalal, untuk saling bermaaf-maafan.

Di Negara Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam, Idulfitri dikenal juga sebagai Hari Raya Puasa, Hari Raya Eid al-Fitri atau Hari Raya Fitrah. Seperti di Indonesia, pada malam sebelum Idul Fitri, takbir selalu dinyanyikan di mesjid atau mushola, mengungkapkan kemenangan dan kebesaran Allah, keilahian umat Islam.

Banyak bank, kantor pemerintahan, dan perusahaan swasta tutup selama perayaan Idul Fitri hingga akhir pekan lebaran. Orang-orang biasanya mengucapkan “Selamat Hari Raya” atau “Selamat Idulfitri” dan “mohon maaf lahir dan batin” sebagai permintaan maaf satu sama lain. Bila di Indonesia ada tradisi pulang kampung alias mudik, tradisi pulang kampung juga dilakukan di Malaysia. Selain itu di Indonesia juga ada suatu tradisi unik di mana orang tua memberikan uang kepada anak-anak yang dikenal dengan istilah duit raya.

Kenaikan Isa Almasih

Latar belakang Peringatan Kenaikan Isa Almasih

Peristiwa kenaikan Isa Almasih (Yesus Kristus) secara jelas dituliskan di dalam Alkitab, tepatnya di dalam Injil Lukas. Rangkaian peristiwanya dimulai dengan pengorbanan dan kematian Yesus Kristus di kayu salib untuk membebaskan manusia dari dosa dan maut.

Setelah mati di kayu salib, Yesus dikuburkan di kuburan yang baru. Pada hari ketiga, kubur Yesus kosong karena Ia telah dibangkitkan dari antara orang mati. Yesus Kristus juga menunjukkan diri-Nya kepada Ibu Maria dan para muridnya. Peristiwa kebangkitan Yesus Kristus ini juga dikenal sebagai peristiwa Paskah. Kemudian dikisahkan Yesus dan para murid-Nya pergi ke Bukit Zaitun. Di sana, Yesus berjanji kepada mereka bahwa Ia akan datang untuk kedua kalinya.

Perayaan kenaikan isa almasih sebagai hari libur nasional

Kenaikan Isa Almasih (Yesus Kristus) adalah peristiwa yang terjadi 40 hari setelah Kebangkitan Yesus. Disaksikan oleh para murid-Nya, Yesus Kristus di Bukit Zaitun diangkat ke Surga kemudian menghilang dari pandangan setelah diselimuti awan. Semua pengikutnya sujud dan menyembah dia. Kemudian mereka kembali ke rumah dengan penuh sukacita, seperti yang tertulis dalam Perjanjian Baru di dalam Alkitab Kristen.

Percakapan terakhir sebelum kenaikan

Kitab Kisah Para Rasul mencatat secara lebih rinci percakapan antara Yesus dan murid-muridnya yang mengarah pada kenaikan Isa Almasih. Murid-murid Yesus digambarkan masih belum sepenuhnya memahami makna dari semua peristiwa yang mereka alami. Banyak dari mereka masih berharap bahwa Yesus akan memulihkan kerajaan Daud yang jatuh setelah dikalahkan oleh kerajaan Babilonia. Tetapi Yesus memiliki misi lain yang bukan dari dunia. Ia memberi tahu murid-muridnya: “Kamu tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang telah ditetapkan oleh Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu dan kamu akan menjadi saksi-Ku. di Yerusalem dan di seluruh dunia, Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Setelah meninggalkan pesan, tertulis bahwa Yesus diangkat ke surga, disaksikan oleh para muridnya. Peristiwa ini lantas mengejutkan mereka., tetapi dua malaikat Tuhan muncul dan mengingatkan mereka akan pesan yang telah Yesus berikan kepada mereka.

Selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya pada hari Minggu (yaitu 3 hari setelah kematian-Nya di kayu salib), Yesus menunjukkan diri-Nya kepada para murid dan dengan banyak tanda para murid-Nya percaya kalau Yesus benar-benar hidup. Yesus pun berulang kali datang dan mengingatkan mereka tentang Kerajaan Allah. Pada hari kenaikan Isa Almasih, ketika Ia makan bersama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di sana menunggu janji Bapa. Yesus pun berkata, “Kamu mendengar dari-Ku. Karena Yohanes membaptis dengan air, tetapi segera kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.”

Rangkaian peristiwa yang telah diuraikan di atas akhirnya yang melandasi ditetapkannya hari kenaikan yesus kristus sebagai salah satu hari libur nasional. Hal ini untuk menghormati para pemeluk agama kristen, mengingat di Indonesia jumlah rakyat yang menganut agama kristen cukup banyak.

Hari Raya Nyepi

Pengertian Nyepi

Hari Raya Nyepi adalah Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan Saka, yang dimulai pada tahun 78 Masehi. Hari Raya nyepi diambil dari kata Nyepi yang berasal dari kata tenang yang artinya diam, tidak bergerak, tidak ada aktivitas. Berbeda dengan perayaan Tahun Baru Kristen (setiap tanggal 1 Januari), Tahun Baru Saka di Bali diawali dengan menyendiri/Brata Catur Penyepian. Tidak ada aktivitas apapun yang boleh dilakukan seperti umumnya hari biasa. Semua kegiatan di hari raya Nyepi dibatalkan, termasuk pula layanan publik yang tutup. Namun, hal ini tidak berlaku untuk rumah sakit.

Seperti diketahui bahwa agama Hindu berasal dari India. Pada awal abad Masehi, India dan sekitarnya selalu digambarkan sebagai daerah yang mengalami krisis dan konflik sosial yang berkepanjangan. Perselisihan antar suku (Saka, Pahiava, Yueh Chi, Yavana, dan Malaya) dan gelombang perebutan kekuasaan menyebabkan pasang surut kehidupan beragama. Pola kehidupan beragama pun jadi beragam, karena adanya partisipasi pemeluk agama dalam kelompok etnis, serta perbedaan interpretasi terhadap ajaran yang diyakininya.

hari raya nyepi
nyepi
liburnasional.net
libur nasional
Hari Raya Nyepi

Di akhir perselisihan yang panjang, suku Saka muncul sebagai pemenang. Suku Saka yang dipimpin oleh Raja Kanishka, kemudian dinobatkan sebagai raja dan menjadi Dinasti Saka pada tanggal 1 (sehari setelah Tilam) bulan 1 (Chaitramas) 01 Saka, atau pada bulan Maret, tahun 78 berdasarkan kalender Masehi.

Dari tahun 78 Masehi diberlakukanlah perhitungan kalender Saka, yang mana kalender Saka ini sama-sama memiliki 12 bulan bila dibandingkan dengan kalender Masehi. Bulan Pertama dalam kalender Saka adalah Caitramasa, berjalan bersamaan dengan bulan Maret di kalender Masehi, dan Sasih Kesanga dalam perhitungan kalender Jawa. Sejak perhitungan kalender Saka diberlakukan, kehidupan berbangsa, bermasyarakat, dan beragama di India tertata kembali.

Oleh karena itu, peringatan Tahun Baru Saka erat kaitannya dengan hari kebangkitan, hari pembaruan, hari persatuan, hari toleransi, hari perdamaian, dan juga hari kerukunan nasional. Keberhasilan ini telah menyebar ke seluruh daratan India dan wilayah Asia lainnya, bahkan Indonesia.

Rangkaian Acara Pada Perayaan Hari Raya Nyepi

Tahun Saka di Indonesia diperingati sebagai hari libur nasional melalui Hari Raya Nyepi (Sipeng) selama 24 jam dan terdiri dari beberapa acara, antara lain:

1.  Melasti, mekiyis, dan melis

Hakikatnya adalah Bhuana Alit (diri sendiri) dan Bhuana Agung atau penyucian alam semesta ini dilaksanakan di sumber air suci Kelebutan, Segara, partirtan dan Campuan. Namun yang paling sering dilakukan adalah langsung karena Nunas Tirtha Amerta (Tirta yang Memberi Kehidupan).

2.  Menghaturkan bhakti/pemujaan

Dilakukan di Balai Agung atau Pura di setiap desa, setelah kembali dari mekiyis.

3.  Tawur Agung/mecaru

Setiap desa/pemukiman menjaga keseimbangan simbol pada alamat kucing (persimpangan). Keseimbangan dunia, dunia besar, keseimbangan dewa, hantu manusia, dan sekaligus mengubah kekuatan hantu menjadi dewa/dewa (hantu nyomiyang) yang diharapkan dapat memberikan kedamaian, kemakmuran dan kebahagiaan. Kebahagiaan Alam Semesta (Bhuana Agung Bhuana Alit). Dilanjutkan dengan acara ngerupuk di setiap rumah tangga, untuk membersihkan lingkungan dari pengaruh masa lalu. Kemudian ogoh-ogoh (lambang masa lalu) dengan acara Negrupuk sebagai simbol kreativitas seni dan gelar budaya serta masa lalu akan dirayakan. (Namun terkadang sifat Bhutan masih ada dalam diri orang tersebut).

4. Nyepi (Sipeng)

Chase Brata Sapien (Inspeksi Pekerjaan, Inspeksi Geni, Inspeksi LeLungan dan Inspeksi Lelanguan).

5. Ngembak Geni

Sebelum mulai dengan kegiatan baru di lingkungan keluarga, akan dilaksanakan Mesima Krama terlebih dahulu. Dengan Warga (tetangga) terdekat lalu di lokasi yang lebih luas dilaksanakan program rujuk agama mirip dengan yang digelar seperti sekarang. Yadnya dilakukan ketika kita ingin mencapai kebenaran.

Dalam Yajur Weda XIX. 30 Dikatakan Prana dikshma anoti, diksha anoti dakshina. Dakshina Shradham Apnoti, Shraddha Satyam Apyate.
Artinya: Melalui Bhakti/Yajna kita memperoleh kesucian, melalui kesucian kita memperoleh kemuliaan. Dengan kemuliaan kita memperoleh kehormatan, dan dengan kehormatan kita memperoleh kebenaran.

Awal Mula Sejarah Tahun Baru Masehi dan Tradisinya

Latar Belakang Tahun Baru Masehi

Tahun Baru Masehi adalah hari libur untuk menandai akhir tahun, dan juga untuk merayakan dimulainya perhitungan hari awal tahun depan. Sejarah tahun baru masehi ini dimulai dengan adanya kalender masehi yang saat ini dipakai, diadopsi setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma. Ia memutuskan untuk mengganti kalender Romawi kuno yang telah digunakan dari abad ketujuh Sebelum Masehi. Julius Caesar dan Senat Romawi kemudian memutuskan tanggal 1 Januari sebagai hari pertama kalender baru.

sejarah tahun baru masehi
Tahun Baru Masehi

Perayaan tahun baru sendiri pertama kali terjadi di Timur Tengah, 2000 Sebelum Masehi. Orang Mesopotamia merayakan pergantian tahun ketika matahari ada di atas khatulistiwa, atau tepatnya pada tanggal 20 Maret. Hingga saat ini, Iran terus merayakan tahun baru pada tanggal 20, 21, atau 22 Maret yang dikenal dengan sebutan Nowruz.

Dalam Sejarah tahun baru masehi, digunakan kalender Masehi, tahun baru pertama kali dirayakan pada 1 Januari 45 SM. Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan menjadi kaisar Roma, Ia memutuskan untuk mengganti kalender Romawi pada abad ketujuh Sebelum Masehi. Kata Januari berasal dari nama salah satu dewa dalam mitologi Romawi, yaitu dewa Janus. Buku New Year’s Eve (2007), karya Katie Kubesh, Niki McNeil, dan Kimm Bellotto, menjelaskan alasan mengapa nama Janus dipilih sebagai awal tahun baru dalam penanggalan Romawi modern dan adat Romawi kuno untuk merayakan pergantian tahun. Seperti yang dijelaskan di dalamnya, Dewa Janus memiliki dua wajah bolak-balik. Dalam kepercayaan Romawi, diyakini bahwa Janus adalah dewa awal dan juga dewa yang menjaga pintu masuk.

Perayaan Tahun Baru

Sejak pemberlakuan penanggalan baru, pada malam hari setiap tengah malam menjelang pergantian tahun, yakni 31 Desember, bangsa Romawi akan mengadakan pesta untuk menghormati Dewa Janus. Mereka mengira wajah Janus yang melihat tahun yang lama adalah wajah yang menatap hari-hari sebelum tahun baru.

Bangsa Romawi mulai mendistribusikan barang-barang mereka pada malam tahun baru. Menurut mereka, akhir tahun dan awal tahun yang baru adalah saat yang tepat untuk memberikan hadiah yang bermakna; biasanya berupa ranting dari pohon keramat, perak atau emas, sebagai simbol kegembiraan.

Berbagai jenis makanan pun disajikan dalam sejarah tahun baru masehi ini, terutama madu dan manisan yang konon merupakan simbol perdamaian. Rumah dan lingkungan dihiasi dengan lilin berwarna cerah dengan harapan bulan akan mengisi atau dunia akan bersinar tahun depan. Saat ini, mayoritas negara-nagara di dunia telah menggunakan kalender Masehi sebagai kalender standar mereka. Tahun Baru, mungkin sekarang adalah hari raya dan hari libur umum yang paling terkenal dan paling sering dirayakan. Umumnya masyarakat merayakan tahun baru dengan menyalakan kembang api beramai-ramai di tengah malam, di setiap zona waktu. Tidak lupa diikuti dengan resolusi tahun baru sambal bersyukur dan berkumpul bersama teman atau pun keluarga.

Sejarah tahun baru masehi lainnya adalah dilansir dari History, sejarah tahun baru masehi berawal pertama kali dilakukan untuk menghormati kedatangan tahun baru berasal dari sekitar 4.000 tahun yang lalu di Babilon kuno. Bagi orang Babilonia, bulan baru pertama setelah titik balik musim semi menandai dimulainya tahun baru.

Masyarakat Babilonia merayakan pergantian tahun itu dengan festival keagamaan yang disebut Akitu. Nama Akitu berasal dari kata Sumeria yang memiliki arti memotong musim semi.

Kegiatan tersebut selain dengan merayakan tahun baru, juga dilakukan untuk merayakan kemenangan mitos dewa langit Babilonia Marduk atas dewi laut yang jahat dan menjalankan tujuan politik yang penting.

Kejadian pada masyarat Babilon di atas juga menjadi salah satu praduga rujukan dari sejarah tahun baru masehi dan perayaannya.