Share Artikel

Share on facebook
Facebook
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on twitter
Twitter
Share on email
Email

Ucapan Selamat Hari Natal Dan Tahun Baru Dalam Toleransi Bermasyarakat

3 Alasan Orang Mengucapkan “Happy Holidays”, Bukannya “Merry Christmas” Di Amerika

Ucapan selamat hari natal – Selama setahun ini, Anda menyaksikan topi Santa merah dan putih kabur, pohon Natal, dan dekor semarak yang lain. Untuk beberapa orang Amerika, Natal ialah hari liburan besar pada bulan Desember . Maka kenapa trend umum untuk menjelaskan, “Selamat berlibur” lebih sering diucapkan dibanding “Selamat Hari Natal”?

Sebetulnya ada banyak alasan khusus kenapa terkenal untuk mengucapkan “selamat berlibur”:

Ini lebih tergolong hari liburan keagamaan atau budaya bulan Desember yang lain, Tidak seluruhnya orang rayakan Natal. Dan selain itu meliputi liburan Tahun Baru juga.
Ingin tahu semakin banyak? Tetaplah membaca hingga Anda dapat pahami faktor budaya Amerika ini.

Hari Raya Keagamaan Atau Budaya Lainnya


Amerika Serikat benar-benar bermacam. Itu memiliki arti hari liburan keagamaan atau budaya yang lain condong terjadi di bulan Desember juga. Bila Anda tidak percaya apakah seorang merayakan hari liburan tertentu, memakai pernyataan “Selamat berlibur” ialah opsi inklusif yang tidak meninggalkan siapa saja.

Secara eksklusif, Hanukkah dan Kwanzaa ialah 2 hari liburan Desember yang lain yang dirayakan oleh beberapa kelompok orang.

Mengenai Hanukkah (disampaikan Hah-nuh-KUH)

Hanukkah (terkadang dilafalkan Chanukah) ialah hari liburan Yahudi yang berjalan sepanjang 8 hari dan malam. Karena Hanukkah didasari pada kalender Ibrani, tanggal awalnya bervariatif dari tahun ke tahun – umumnya akhir November sampai sekitaran bulan Desember.

Berlibur ialah mengenai rayakan dan menghargai pengabdian Bait Suci di Yerusalem. Sama dengan pohon yang dihias menyimbolkan Natal, menorah , atau tempat lilin dengan 9 lilin, menyimbolkan Hanukkah.

Mengenai Kwanzaa (disampaikan KWAN-zuh)

Kwanzaa ialah perayaan sepanjang satu minggu yang menghargai peninggalan Afrika. Dari 26 Desember sampai 1 Januari, orang Afrika-Amerika rayakannya dengan kenakan pakaian berwarna-warna, pesta dengan beberapa orang tersayang, dan menghidupkan lilin dalam kinara , atau penghormatan lilin tradisionil.

Kwanzaa dibuat di tahun 1965 secara eksklusif hingga orang Afrika-Amerika akan mempunyai berlibur mereka sendiri. Hati-hatilah dalam memberi ucapan “Kwanzaa yang Berbahagia” ke seorang. Semakin aman untuk menjelaskan “Selamat berlibur” karena Anda tidak paham apa orang itu rayakan Kwanzaa – atau apa mereka bahkan juga turunan Afrika.

ucapan selamat hari natal
ucapan selamat hari natal

Tidak Semua Orang Merayakan Natal

Natal mempunyai kebutuhan agama yang kuat untuk beberapa orang Kristen di sini, karena mereka menganggap sebagai hari kelahiran Yesus Kristus. Sebagian orang Kristen bahkan juga berpikiran jika ucapkan, “Selamat berlibur” dibanding “Selamat Natal” ialah hal yang menyentuh.

Tapi mayoritas, orang Amerika condong lebih enjoy. Beberapa orang Amerika cuman menyaksikan Natal sebagai peluang untuk menebarkan keceriaan, tanpa arti agama apapun. Ini cuman waktu untuk berbagi hadiah, menghabiskan waktu sama orang yang disayangi dan bersukacita dalam rutinitas, seperti menghiasi pohon Natal bersama.

Untuk lainnya, Natal bukan suatu hal yang mereka merayakan sama sekalipun. Jadi menjelaskan “Selamat berlibur” ialah langkah yang lebih umum untuk mendoakan seorang yang bagus selama setahun ini.

Selamat Tahun Baru

Lepas dari agama atau adat budaya, banyak orang Amerika rayakan tahun baru. Seperti budaya lain di penjuru dunia, tahun baru ialah mengenai rayakan keinginan dan masa datang. Dengan ucapkan “Selamat berlibur”, Anda pun masukkan berlibur yang membahagiakan ini.

Aktivitas terkenal terhitung mendatangi acara pesta Malam Tahun Baru atau melihat bola jatuh di TV. Satu rutinitas yang perlu Anda cermati ialah mencium seorang saat larut malam. Tidak ada penekanan untuk mencium siapa saja bila Anda tidak ingin – sebaiknya ketahui lebih dulu jika itu ialah adat hingga Anda tidak kaget.

Makna Merry Chrismast

Merry Christmas ialah istilah yang dipakai oleh juta-an orang untuk mengutarakan berita baik pada musim Natal ini. Untuk pahami arti selamat Natal, penting untuk pahami frasa Natal. Natal ialah gabungan dari frasa Misa Kristus. Ini ialah adat tahunan yang diawali pada era ke-4 saat juta-an orang bergabung bersama untuk sebuah misa besar untuk menghargai kelahiran Yesus Kristus. Semenjak Paus Julius I mengatakan jika 25 th Desember harus dipandang seperti tanggal kelahiran Kristus, massa diselenggarakan tiap tahun di hari ini. Pernyataan Misa Kristus disingkat jadi Natal dan hari raya itu jadi tempat percampuran budaya di antara nilai-nilai pagan dan Kristen.

Perayaan Natal pertama kali yang terdaftar terjadi pada periode Konstantinus, seorang pria yang dikenali sebagai kaisar Kristen pertama dari Kekaisaran Romawi, di tahun 313 M. Telah diterima secara luas jika perayaan Natal terjadi sebelum waktunya.

Istilah “Merry”

Merry tidak selamanya dihubungkan langsung dengan Natal. Perlu sekian tahun saat sebelum istilah Merry Christmas ada. Baru pada era ke -19 di Inggris, istilah merry dihubungkan dengan Natal. Istilah ini dibuat oleh beragam penulis sepanjang masa itu, seperti Charles Dickens dan Washington Irving. Ke-2 penulis ini memberikan pernyataan Merry Christmas dalam tulisannya. Itu ialah narasi populer Charles Dickens, A Christmas Carol, yang mengokohkan reputasi pernyataan “Merry Christmas”.

Pernyataan untuk “Jadilah atau bergembiralah” ditranslate jadi senang. Umumnya dipakai untuk ekspresikan keceriaan dan ada pada kondisi senang. Saat orang memakai “Merry Christmas” mereka ekspresikan kemauan mereka untuk seseorang untuk bersukacita dan mempunyai musim berlibur yang cantik.

Pro-kontra “Merry Christmas” atau Ucapan Selamat Hari Natal

Dalam tahun-tahun ini, ada beberapa pro-kontra mengenai pemakaian “Merry Christmas” atau ucapan selamat hari natal. Di jaman di mana nyaris mustahil menjadi betul secara diplomatis, beberapa orang berasa jika memberikan ucapan selamat hari natal seperti “Selamat Natal” bukan istilah yang pas untuk dipakai kembali. Ini khususnya berkaitan dengan istilah “Selamat Natal” yang ditenarkan oleh orang Kristen.

Dengan kondisi dunia yang berusaha untuk melakukan kesetaraan agama, istilah Kristen seperti “Selamat Natal” sudah mengusik orang yang lain tidak berpedoman teologi berbasiskan Kristen. Beberapa orang sudah memutuskan untuk memakai frasa “Selamat Berlibur” untuk ekspresikan opsi yang lebih pas secara diplomatis. Seseorang memiliki pendapat jika menjelaskan ucapan selamat hari natal tidak harus dihubungkan dengan 1 agama dan masih bisa diterima untuk dipakai. Lepas dari kepercayaan agama, “Selamat Natal” sudah jadi pernyataan Natal sepanjang beratus-ratus tahun.

Makna Sebetulnya dari “Merry Christmas”

Lepas dari teologi agama, ucapan selamat hari natal dipakai sebagai istilah untuk menebarkan niat baik ke seseorang. Ini ialah istilah niat baik yang paling dikenali di penjuru dunia dan walau ada pro-kontra belakangan ini, itu tetap sebagai pernyataan Natal yang terpopuler. Istilah ini bisa diketemukan pada segala hal yang terkait dengan Natal dimulai dari kertas hadiah sampai kartu Natal. Makna sebetulnya dari “Merry Christmas” ialah ucapkan selamat Natal yang berbahagia dan produktif ke seseorang.

Apa Arti Natal yang Sebetulnya?

Apakah arti Natal untuk Anda? Apa hadiah yang Anda beri dan terima? Atau apa itu dekor Natal, kartu Natal, dan makan malam yang eksklusif? Anda dengar beberapa orang tukar salam Natal, apa mereka sama-sama mengenali atau mungkin tidak.

Arti Natal berbeda untuk tiap orang. Ini kemungkinan jadi peristiwa yang membahagiakan untuk beberapa orang. Tapi tidak seluruhnya orang berbahagia disekitaran waktu Natal. Sebagian orang ingin lakukan suatu hal yang spesial untuk Natal tapi tidak mempunyai uang extra untuk beli hadiah. Sebagian orang bersedih karena mereka tidak dapat bersama keluarga mereka karena tugas atau jarak geografis.

Natal ialah musim gembira karena Tuhan menghujani semuanya orang dengan kasih-Nya. Berlibur ialah waktu untuk mengobati dan mengupdate kemampuan seorang. Natal mengingati kelahiran Yesus Kristus, sebuah peristiwa yang dinubuatkan beberapa nabi beberapa ratus tahun saat sebelum kehadiran Kristus yang sebetulnya.

Natal ialah waktu memberikan dan berbagi. Disamping itu, ini ialah waktu untuk mengucapkan syukur atas karunia yang didapat seorang selama setahun.

Beberapa Hal Mengenai Makna Natal yang Perlu Dipahami

Asal mula kata “Natal” berlainan. Berdasar sebagian kamus, Natal datang dari bahasa Inggris Kuno akhir. Kamus lain menjelaskan jika itu ialah kata era keduabelas. Wujud lama dari nama itu terhitung christmasse dan cristes mass, yang ke-2 nya memiliki arti misa Kristus atau festival Kristus. Festival itu gantikan beberapa festival pagan yang diselenggarakan pada tengah musim dingin. Di saat itu, gereja sedang usaha untuk mengganti orang Romawi jadi Kristen.

Kata “merry” dalam panggilan tradisionil “Merry Christmas” awalannya memiliki arti membahagiakan atau membahagiakan. Pada era ke-14, artinya jadi ‘kegembiraan’ karena mabok.

Bila Anda salah satunya orang yang tidak menyenangi pemakaian huruf X, seperti pada Natal, tidak boleh terpikat. Pemakaian huruf X telah ada semenjak jaman kuno. Ini sebagai wakil “chi,” lambang Yunani yang disebut huruf pertama kali dalam nama Kristus. Dengan bahasa Yunani, nama Kristus dicatat sebagai , disampaikan sebagai Christós.

Salah satunya lambang Natal yang paling dikenali, Sinterklas disebutkan berevolusi dari Saint Nicholas, seorang santo Kristen.

Jingle Bells adalah lagu Natal terpopuler. Tetapi apa Anda yakin jika itu awalannya diatur sebagai lagu untuk Thanksgiving? James Lord Pierpont menulis dan mengeluarkan lagu itu di tahun 1857.

Pohon “bikinan” pertama dibikin dari bulu-bulu angsa warna hijau. Pada era ke -19, Jerman mendapati pohon Natal bikinan untuk menolong mengungkung penggundulan rimba.

Ini cuman sebagian dari beberapa hal memikat buat dijumpai mengenai Natal. Tiap negara mempunyai keyakinan dan rutinitas tertentu saat rayakan Natal

Masalah perkataan selamat hari Natal: Mengharap toleran yang jujur di Indonesia

Tiap tahun akhir, mendekati dan pada Hari Natal, warga Indonesia yang mayoritasnya memeluk agama islam direpotkan dengan pembicaraan ucapan selamat hari natal. Pembicaraan yang terjadi biasanya tidaklah sampai ke permasalahan yang pelik-pelik. Kira-kira, semua bersumber pada masalah ” ucapan selamat hari natal “. Walau sebenarnya banyak tipe perkataan natal yang bagus dan cantik untuk diserahkan ke beragam orang yang rayakan :

  1. Ucapan natal romantis buat pacar
  2. Ucapan selamat natal untuk bos
  3. Ucapan selamat natal untuk keluarga
  4. Ucapan selamat natal untuk teman yang merayakan

Terkait dengan Natal, ada sebuah kejadian yang sering diingat warga Indonesia, yakni timbulnya sebuah fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengharamkan umat Muslim untuk ikuti perayaan Natal. Penyebabnya tidak lain ialah karena dalam perayaan Natal itu ada ritus-ritual peribadatan agama Kristen, dan mendatangi peribadatan agama lain ialah terlarang untuk seorang Muslim.

Timbulnya wawasan perayaan Natal bersama di saat-saat awalnya Orde Baru memaksakan MUI untuk melakukan tindakan cepat. Buya Hamka, ulama besar Muhammadiyah yang waktu itu memegang sebagai Ketua Umum MUI, bercerita dengan singkat kejadian ini dalam artikelnya, Dapatkah Satu Fatwa Ditarik?:

“Karena itu bertindaklah Komisi Fatwa dari Majelis Ulama Indonesia, salah seorang ketua Al Fadhil H. Syukri Ghazali merangkum opini itu dan dapatkah ringkasan jika ikut rayakan Hari Natal ialah Haram! Masih lunak. Karena jika jadi perhatian isi ayat Al-Maidah 51 itu, tidak lagi haram, bahkan juga kafir.”

Artikel yang termuat di Majalah Panji Warga tahun 1981 dan termuat kembali di Majalah Ceramah pada 2008 ini ialah seperti keterangan sekitar permasalahan yang selanjutnya berguling jadi besar ini. Buya Hamka sendiri selanjutnya jadi bulan-bulanan pemerintahan Orde Baru karena Fatwa MUI itu dan pilih mundur dari kedudukannya daripada mengganti fatwa hasil dialog beberapa ulama.

Dari kutipan di atas, kita bisa menyaksikan sendiri jika pendirian Hamka sebenarnya bahkan juga lebih tegas kembali daripada persetujuan Komisi Fatwa MUI. Bila menurut Komisi Fatwa mendatangi perayaan Natal itu haram atau berdosa, karena itu menurut Hamka, hukum sebenarnya ialah murtad. Pastilah tiap Muslim pahami perbedaannya haram dengan murtad.

Sesudah Orde Lama memenjarakan Buya Hamka sepanjang 2 tahun tanpa peradilan, Orde Baru juga meremehkan jasa-jasanya dan seakan usaha hapus nama beliau dari daya ingat warga. Baru pada 2011 beliau dipilih jadi Pahlawan Nasional, tiga puluh tahun sesudah meninggal dunianya. Sebuah penganugerahan yang paling telat. Nampaknya, “cedera” menganga karena fatwa barusan tidak juga pulih.

Bila kita menanyakan ke siapa saja yang mengenali Buya Hamka secara individu, tidak akan ada yang menyebutkan beliau sebagai individu yang intoleran. Beliau selalu berlaku sopan dan pemaaf, terhitung ke mereka yang sempat menzaliminya sekalinya.

Hal tersebut dipertunjukkannya saat berhubungan dengan anak Pramoedya Ananta Toer (sastrawan Lekra sebagai musuh politiknya dulu) dan saat sudi mengimami sholat mayatnya Bung Karno, walau pemerintahan Bung Karno sudah melukainya sebegitu rupa.

Cerita-kisah ini dikatakan oleh Rusydi Hamka, putra beliau, dalam bukunya, Individu dan Martabat Buya Prof. Dr. Hamka, dan oleh Irfan Hamka, putra beliau lainnya, dalam bukunya, Cerita-kisah Kekal Bersama Ayahku Hamka.

Seorang ulama yang mengatakan apa yang haram untuk umat Muslim pasti tidak bisa dikatakan sebagai figure intoleran atau mungkin tidak menghargakan keberagaman. Demikian juga umat Muslim yang ikuti gagasannya tidak pantas dipandang intoleran, apa lagi radikal.

Malah di sanalah kita tempatkan keberagaman pada tempatnya yang betul, dan jadikan toleran sebagai ide yang betul-betul hidup dan diterapkan, bukan hanya wawasan. Bila kita tidak berhasil menghargakan beberapa prinsip satu agama, karena itu itu intoleransi yang sebetulnya. Bukannya menjaga keberagaman, kita justru membuat (dan memaksa) keseragaman.

Pandangan yang memperkenankan pemberian ucapan selamat hari natal ini diantaranya diwakilkan oleh Syaikh Yusuf al-Qaradhawi, salah seorang ulama paling terpenting sekarang ini. Sudah pasti, fatwa ini diberi bukan tanpa keterangan. Dalam penglihatan Syaikh al-Qaradhawi, perkataan ini ialah sisi dari sikap baik ke umat yang lain sebagai watak dasar untuk umat Muslim. Berikut pembuktian atas toleran Islam.

Dalam fatwanya, Syaikh al-Qaradhawi benar-benar tidak menunjukkan paham pluralisme agama yang memandang seluruh agama betul. Maknanya, ucapan selamat hari natal menurut hemat beliau bukan justifikasi atas tuntunan Kristen atau pada Natal tersebut.

Progress Baca Artikel